Mengenal Cara dan Jenis Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan
Mengenal Cara dan Jenis Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan - Terdapat pertanyaan bagaimana peran serta nelayan dalam menjaga keseimbangan alam? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai jenis alat tangkap ikan yang merusak dan dilarang, namun selain alat tangkap yang merusak tersebut, terdapat juga alat tangkap ikan yang ramah lingkungan dan diperbolehkan.
Pada saat ini telah banyak dikembangkan metode penangkapan yang tidak merusak lingkungan (ramah lingkungan). Dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan maka akan menjamin keberlanjutan kegiatan perikanan yang menjadi salah satu andalan pemerintah untuk perolehan devisa negara. Jenis alat tangkap yang ramah lingkungan antara lain adalah pancing dan perangkap (trap) yang disesuaikan dengan kondisi perikanan dan ekosistem setempat.
Dibawah ini akan dijelaskan mengenai Kriteria Alat Tangkap Ikan Yang Ramah Lingkungan berikut dengan jenis alat tangkap kapal ikan yang ramah lingkungan.
Kriteria Alat Tangkap Kapal Ikan yang Ramah Lingkungan
a. Alat tangkap ikan harus memiliki selektivitas yang tinggi
- Alat tangkap ikan yang menangkap lebih dari tiga spesies dengan ukuran yang berbeda jauh
- Alat tangkap ikan yang menangkap paling banyak tiga spesies dengan ukuran yang berbeda jauh
- Alat tangkap ikan yang menangkap kurang dari tiga spesies dengan ukuran yang kurang lebih sama
- Alat tangkap ikan yang menangkap satu spesies saja dengan ukuran yang kurang lebih sama
b. Alat tangkap yang digunakan tidak merusak habitat dan kembangbiak ikan
- Alat tangkap ikan yang menyebabkan kerusakan habitat pada wilayah yang luas
- Alat tangkap ikan yang menyebabkan kerusakan habitat pada wilayah yang sempit
- Alat tangkap ikan yang menyebabkan sebagaian habiat pada wilayah yang sempit
- Alat tangkap ikan yang aman bagi habitat (tidak merusak habitat)
c. Tidak membahayakan nelayan (penangkap ikan)
- Alat tangkap ikan dan cara penggunaannya dapat berakibat kematian pada nelayan
- Alat tangkap ikan dan cara penggunaannya dapat berakibat cacat menetap (permanen) pada nelayan
- Alat tangkap ikan dan cara penggunaannya dapat berakibat gangguan kesehatan yang sifatnya sementara
- Alat tangkap ikan yang aman bagi nelayan
d. Menghasilkan ikan yang bermutu baik
- Ikan mati dan busuk
- Ikan mati, segar dan cacat fisik
- Ikan mati dan segar
- Ikan hidup
e. Produk tidak membahayakan kesehatan konsumen
- Berpeluang besar menyebabkan kematian konsumen
- Berpeluang menyebabkan gangguan kesehatan konsumen
- Berpeluang sangat kecil bagi gangguan kesehatan konsumen
- Aman bagi konsumen
f. Hasil tangkapan ikan yang terbuang minimum
- Hasil tangkapan sampingan (by-catch) terdiri dari beberapa jenis (spesies) yang tidak laku dijual di pasar
- Hasil tangkapan sampingan (by-catch) terdiri dari beberapa jenis dan ada yang laku dijual di pasar
- Hasil tangkapan sampingan (by-catch) kurang dari tiga jenis dan laku dijual di pasar
- Hasil tangkapan sampingan (by-catch) kurang dari tiga jenis dan berharga tinggi di pasar.
g. Alat tangkap yang digunakan harus memberikan dampak minimum terhadap keanekaan sumberdaya hayati (biodiversity)
- Alat tangkap dan operasinya menyebabkan kematian semua mahluk hidup dan merusak habitat
- Alat tangkap dan operasinya menyebabkan kematian beberapa spesies dan merusak habitat
- Alat tangkap dan operasinya menyebabkan kematian beberapa spesies tetapi tidak merusak habitat
- Aman bagi keanekaan sumberdaya hayati
h. Tidak menangkap jenis yang dilindungi undang-undang atau terancam punah
- Ikan yang dilindungi sering tertangkap alat
- Ikan yang dilindungi beberapa kali tertangkap alat
- Ikan yang dilindungi pernah tertangkap
- Ikan yang dilindungi tidak pernah tertangkap
i. Diterima secara sosial
- biaya investasi murah,
- menguntungkan secara ekonomi,
- tidak bertentangan dengan budaya setempat,
- tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.
- Alat tangkap memenuhi satu dari empat butir persyaratan di atas
- Alat tangkap memenuhi dua dari empat butir persyaratan di atas
- Alat tangkap memenuhi tiga dari empat butir persyaratan di atas
- Alat tangkap memenuhi semua persyaratan di atas
Jenis Alat Tangkap Kapal Ikan yang Ramah Lingkungan
1. Penangkapan Tradisional Ikan Hias
- Ikan hias merupakan salah satu sumberdaya ekosistem terumbu karang yang berperan penting dalam kegiatan ekonomi di wilayah pesisir dan laut. Penangkapan ikan hias ini sering kali menggunakan racun karena kemudahannya mendapatkan racun serta kepastian mendapatkan hasil yang tinggi. Menggunakan racun untuk menangkap ikan karang dapat berakibat buruk bukan saja pada ikan itu sendiri, tetapi juga pada terumbu karang yang terkena racun serta pada manusia yang menyemprotkan racun tersebut dan yang memakannya (untuk ikan karang yang dimakan).
- Selain itu, ada serangkaian alat tangkap yang diperlukan bagi ikan hias yang ramah lingkungan ini. Alat dan bahan tersebut antara lain:
- Jaring penghalang
- Serok
- Ember dekompresi
2. Pukat Udang
- Alat ini terutama digunakan untuk menangkap udang, selain juga ikan yang ada di perairan dasar (demersal).
- Alat ini dioperasikan dengan cara ditarik pada dasar perairan oleh satu atau dua kapal (di samping atau di belakang kapal) dalam jangka waktu tertentu. Jaring ditarik secara horizontal (mendatar) di dalam air. Alat ini dilengkapi dengan papan pembuka mulut jaring (otter board) yang membuat mulut jaring terbuka selama kegiatan penangkapan dilakukan.
- Pukat memiliki jaring yang berbentuk kerucut dan terdiri atas tiga bagian.
- Bagian-bagian tersebut adalah:
- Dua lembar sayap (wing)
- Tali penarik sebagai penghubung ke dua sayap di atas (warp)
- Badan (body)
- Kantong (codenc)
- By-catch Excluder Device/BED (alat penangkal hasil samping) BED adalah bingkai berjeruji yang dipasang antara bagian badan dan kantong. BED berfungsi sebagai penyaring dan/atau alat yang meloloskan ikan yang bukan menjadi sasaran utama penangkapan (ikan target). BED merupakan komponen kunci yang menjadikan Pukat Udang termasuk ke dalam alat tangkap ramah lingkungan) karena memberikan nilai selektivitas yang tinggi.
3. Pukat Cincin
- Alat tangkap ini ditujukan sebagai penangkap ikan pelagis yang bergerombol di permukaan dengan cara yang ramah lingkungan
- Pada umumnya, alat ini berbentuk empat persegi panjang dilengkapi yang dilewatkan melalui cincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring (tali ris bawah). Dengan menarik tali kerucut bagian bawah ini, jaring dapat dikuncupkan (lihat gambar) dan jaring akan membentuk semacam mangkuk.
- Perlu diperhatikan, penggunaan alat tangkap ini hanya untuk ikan pelagis yang bergerombol di laut lepas.
- Bila alat ini digunakan untuk ikan demersal (di dasar perairan), maka pukat cincin akan merusak terumbu karang.
4. Pukat Kantong
- Pukat kantong dioperasikan dengan melingkari daerah perairan untuk menangkap ikan yang berada di permukaan (pelagik) dan ikan di dasar perairan (demersal) maupun udang.
- Pukat seperti ini ada yang digunakan di atas perahu (ditarik oleh perahu) dan hasilnya langsung dinaikkan ke geladak perahu, dan ada yang ditarik ke arah pantai dan hasil tangkapan langsung dikumpulkan di pantai.
- Alat ini terdiri dari kantong, badan pukat, dua lembar sayap yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik
5. Jaring Insang
- Jaring insang digunakan untuk menangkap ikan dengan cara menghadang gerombolan ikan. Ikan-ikan yang tertangkap pada jaring umumnya karena terjerat di bagian belakang penutup insang atau terpuntal oleh mata jaring.
- Biasanya ikan yang tertangkap dalam jaring ini adalah jenis ikan yang migrasi vertical maupun horizontalnya tidak terlalu aktif.
- Ada berbagai jenis jaring insang, yang terdiri dari satu lapis jaring, dualapis, maupun tiga lapis jaring. Jaring insang memiliki mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh badan jaring. Jaring ini kemudian dibentangkan untuk membentuk semacam dinding yang dapat menjerat. Jaring insang dilengkapi dengan pelampung di bagian atas jaring dan pemberat pada bagian bawahnya.
6. Jaring Angkat
- Jaring angkat dioperasikan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal. Jaring ini biasanya dibuat dengan bahan jaring nion yang menyerupai kelambu, karena ukuran mata jaringnya yang kecil (sekitar 0,5 cm). Jaring kelambu kemudian diikatkan pada bingkai bambu atau kayu yang berbentuk bujur sangkar.
- Dalam penggunaannya, jaring angkat sering menggunakan lampu atau umpan untuk mengundang ikan. Biasanya dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap, atau langsung.
- Dari bentuk dan cara penggunaannya, jaring angkat dapat mencakup bagan perahu, bagan tancap (termasuk kelong), dan serok.
7. Pancing
- Pada dasarnya alat ini menangkap ikan dengan mengundang dengan umpan akan atau buatan, yang dikaitkan pada mata pancing.
- Terdiri dari dua bagian utama, yaitu tali dan pancing. Bahan, ukuran tali, dan besarnya mata pancing beragam sesuai dengan ukuran ikan yang akan ditangkap. Jumlah mata pancing yang ada pada tiap alat juga tergantung dari jenis pancingnya.
- Alat pancing ada pula yang dilengkapi dengan perangkat lain seperti tangkai, pemberat, pelampung, dan kili-kili
- Ada berbagai jenis alat pancing untuk tujuan penangkapan ikan yang berbeda, mulai dari alat yang paling sederhana untuk penangkapan ikan yang sifatnya rekreasi, hingga ukuran dan bentuk khusus bagi penangkapan ikan skala besar (industri).
- Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk jenis pancing yang digunakan untuk penangkapan ikan skala besar (seperti misalnya rawai tuna), sebaiknya digunakan di wilayah laut lepas, karena dapat menyangkut pada terumbu karang dan merusaknya.
8. Perangkap
- Perangkap merupakan alat yang sifatnya tidak bergerak yang berbentuk kurungan. yang menjebak ikan untuk masuk. Keberhasilan alat ini dalam menangkap ikan sangat tergantung pada jenis ikan dan pola pergerakan (migrasi) ikan tersebut.
- Ada beberapa jenis bahan yang sering digunakan untuk membuat perangkap yang tergantung dari jenis ikan yang akan ditangkap dan lokasi penangkapan. Bahan-bahan seperti bambu, kawat, rotan, jaring, tanah liat, dan plastic sering digunakan.
- Perangkap biasanya dan dapat digunakan di hampir setiap lokasi. Dasar perairan, permukaan, sungai arus deras, atau di daerah pasang surut. Sero, jermal, dan bubu merupakan jenis perangkap yang sering digunakan.
- Hal yang harus diperhatikan dalam memanfaatan perangkap terutama bubu di sekitar terumbu karang adalah cara pemasangan dan pengangkatannya. Memasang dan mengangkat bubu harus dilakukan secara hati-hati sehingga tidak mengganggu dan/atau merusak terumbu yang sangat diperlukan oleh komunitas ikan. Sedapat mungkin hindari pemasangan di atas terumbu karang.
9. Alat pengumpul
- Alat ini sangat penting diketahui karena memiliki selektivitas tinggi, sederhana dalam bentuk dan rancangannya, serta biasanya digunakan dalam skala yang kecil.
- Alat pengumpul ini terdiri dari berbagai jenis, bentuk, dan cara penggunaannya. Salah satu contohnya adalah alat pengumpul kerang di perairan dangkal yang berupa penggaruk (rake) atau alat pengumpul rumput laut yang berbentuk galah dengan cabang di ujungnya.
10. Alat penangkap lainnya
- Ada jenis alat yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam jenis alat tangkap yang telah dijelaskan di atas. Alat tangkap tersebut antara lain adalah jala, tombak, senapan/panah, maupun harpun tangan.
- Alat-alat tangkap jenis ini, karena selektivitasnya tinggi (setiap alat digunakan untuk satu jenis tertentu saja), skala pengoperasiannya yang terbatas dan kecil, temasuk dalam alat tangkap yang ramah lingkungan.
- Jala memiliki prinsip penangkapan seperti jaring.
- Yang harus diperhatikan adalah penentuan besar mata jaring pada jala, sehingga sesedikit mungkin jala tersebut menangkap ikan yang bukan menjadi sasaran penangkapan.
- Tombak, alat yang terdiri dari batang yang ujung berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak.
- Senapan adalah penangkap yang terdiri dari tangkai/badan senapan dan anak panah. Alat ini digunakan dengan cara menyelam di perairan karang. Dengan panah biasa, penangkapan umumnya dilakukan di dekat pantai atau perairan yang dangkal
Post a Comment for "Mengenal Cara dan Jenis Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan"