Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Pencegahan dan Penanganan Cappuccino Effect Pada Bunkering

Cara Pencegahan dan Penanganan Cappuccino Effect Pada Bunkering

Cara Menangani Cappuccino Effect Pada Proses Bunkering - Efek cappuccino tetap menjadi salah satu 'mal-praktik' yang paling umum dan banyak digunakan di industri bunker hingga saat ini. Efek Cappucino ini menunjukkan bahwa udara telah dimasukkan ke dalam bahan bakar minyak yang mengakibatkan munculnya buih dan busa di permukaan. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat apa itu Efek Cappucino Dalam Pengisian BBM diatas Kapal.

Apa itu Efek Cappucino Pada Bunker?

Efek "Cappuccino" pada bunker adalah efek buih/ bubble yang disebabkan oleh udara terkompresi yang dihembuskan melalui delivery hose. Bunker yang diangin-anginkan saat dibunyikan akan memberikan kesan bahwa bahan bakar yang dikirimkan sesuai dengan pesanan. Bahkan setelah beberapa saat ketika udara yang terperangkap dalam suspensi mengendap dari bahan bakar minyak, tingkat minyak turun dan penurunan singkat ditemukan. Dalam pengiriman bunker besar, hal ini bisa menjadi cukup besar dengan implikasi keuangan yang besar.

Penggunaan flow meter tidak dapat mendeteksi udara yang masuk ke dalam sistem. Flowmeter hanya akan mengukur volume keluaran dan bukan massa sebenarnya dari bahan bakar yang dikirimkan. Akibatnya ketika udara dimasukkan ke dalam sistem, yang pada dasarnya adalah 'gelembung udara kecil', maka flow meter akan mencatatnya sebagai volume. Namun, ada flow meter di pasaran yang mampu mengukur kuantitas (massa) sebenarnya dari bahan bakar yang dikirim. Salah satu meteran tersebut adalah 'Coriolis Mass Meter'. Coriolis meter melakukan pengukuran aliran massa langsung menggunakan Efek Coriolis (defleksi benda bergerak ketika dilihat dalam kerangka referensi yang berputar). Namun Coriolis meter kurang sensitif terhadap tekanan, suhu, viskositas, dan perubahan densitas, memungkinkan mereka untuk mengukur cairan, bubur dan gas secara akurat tanpa perlu kompensasi.

Dampak Negatif Efek Cappucino Bagi Kapal

Efek Cappucino dalam bunker ini akan meningkatkan volume bahan bakar dan menghasilkan pembacaan meter aliran volumetrik menjadi tinggi. Saat sounding postbunkering diambil, akan memberi kesan bahwa jumlah bahan bakar di tangki bunker lebih banyak dari yang sebenarnya. 

Namun ketika gelembung udara berangsur-angsur menghilang, sounding bahan bakar minyak akan menjadi berkurang. Jika sejumlah besar bunker telah mengalami “efek cappuccino”, kekurangan yang diakibatkannya mungkin akan signifikan dengan menurunnya ketinggian sounding hingga beberapa cm. Hal tersebut dapat menimbulkan perbedaan antara angka kapal dan tongkang bunker hingga beberapa ton.

Example Effect of Cappucino Bunker

Apa Yang Menyebabkan Cappucino Effect Pada Bunker BBM?

Terdapat beberapa cara di mana udara dapat dimasukkan ke dalam bahan bakar minyak diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bunker Barge (Tongkang) dapat menginjeksikan udara bertekanan ke dalam tangkinya sebelum dilakukan joint sounding untuk meningkatkan volume bahan bakar minyak sebelum ditransfer
  • Udara tekan (compressed) dapat diinjeksikan ke dalam bahan bakar minyak selama pemindahan, baik di sekitar pompa pembuangan atau ke dalam tangki atau ke saluran pembuangan. Hal ini mungkin dengan menggunakan peralatan udara tekan yang dirancang untuk meniup melalui pipa setelah dibuang atau melalui sistem terpisah
  • Stripping tangki bunker menggunakan pompa positif displacement berarti udara akan ditarik ke dalam bahan bakar minyak saat dipompa. Akibatnya, stripping yang berlebihan oleh Bunker Barge juga dapat mengakibatkan “efek cappuccino”

Tindakan Pencegahan Terjadinya Bunker Cappuccino

1. Sebelum Fuel Transfer

Pada saat membuka gauge fuel oil harus diamati dari ullage hatches untuk setiap busa di permukaan bunker. Busa juga dapat dideteksi pada ullage tape. Jika tidak ada busa maka level minyak pada tape akan tampak berbeda dengan tanpa gelembung yang terperangkap. Jika dengan mengamati tape dan permukaan bahan bakar, terdapat kecurigaan adanya udara yang masuk, maka ambil sampel bahan bakar dengan menurunkan botol ke dalam tangki dan tuangkan sampel ke dalam glass sample yang bersih. Amati apakah ada tanda-tanda busa atau gelembung.

Jika pengamatan ini menunjukkan adanya udara masuk, Chief Engineer tidak boleh membiarkan bunkering dimulai dan segera memberi tahu Shipowner / Charterer. Barge Master harus diberikan Letter of Protest (LOP). Jika Barge Master mempertimbangkan untuk memutuskan sambungan dari kapal dan pergi ke lokasi lain, maka agen harus segera memberi tahu otoritas pelabuhan dan mencoba menentukan ke mana tongkang itu pergi. Semua waktu dan fact yang relevan harus dicatat dalam deck log book.

2. Selama Fuel Transfer

Jika Chief Engineer tidak mengamati adanya udara yang masuk sebelum fuel transfer tersebut, masih mungkin bahwa udara dapat masuk ke tangki tongkang atau saluran pengiriman selama periode pemompaan misalnya dengan memasukkan udara ke dalam sistem dengan membuka suction valve dari tangki bunker kosong saat memompa dari tangki lain. Oleh karena itu penting bagi Chief Engineer untuk terus mengukur tangki penerima kapal saat bunkering sedang berlangsung karena gelembung udara akan mudah terlihat pada Sounding Tape.

Prosedur Bunkering biasanya melarang penggunaan udara bertekanan dari botol atau kompresor selama periode pemompaan atau selama stripping dan pembersihan saluran. Stripping tangki tongkang juga dapat menimbulkan udara dan stripping hanya boleh dilakukan pada akhir pengiriman untuk waktu yang singkat.

Barge Master harus setuju untuk memberi tahu Chief Engineer ketika ia bermaksud untuk memulai stripping dan ketika telah selesai. Crew kapal dan surveyor harus waspada selama bunkering dan memeriksa tanda-tanda berikut:

  • Selang bunker yang menyentak atau berputar.
  • Suara gemericik di sekitar manifold bunker.
  • Fluktuasi tekanan pada pengukur tekanan manifold.
  • Suara yang tidak biasa dari tongkang bunker
  • Delivery rate yang lambat dari apa yang telah disepakati

3. Setelah Fuel Transfer

Dimungkinkan juga terjadi masuknya udara ke dalam saluran pengiriman selama peniupan (blowing) pada tekanan tinggi. Oleh karena itu sangat penting bahwa pihak dari barge menginformasikan kapal sebelum dan sesudah blowing selesai, sehingga crew kapal dapat waspada selama periode ini. Katup manifold bunker kapal harus diperiksa tertutup sebelum mengukur tangki kapal.

Sehingga dapat disimpulkan jika terdapat tanda-tanda seperti buih/busa pada permukaan bahan bakar di tangki tongkang pada saat membuka gauge, dan Gelembung berlebihan pada sounding tape sebelum, selama dan setelah bunkering, maka dapat dipastikan terjadi Cappucino Effect pada proses bunkering yang dilakukan.

Contoh Efek Cappucino Yang Terlihat Pada Sounding Tape

Efek Cappucino Yang Terlihat Pada Sounding Bob

Panduan Umum Cara Menangani Bunkering Efek Cappuccino

Terdapat beberapa cara yang digunakan untuk menangani efek cappucino pada bunkering BBM kapal:

  1. Saat naik ke atas tongkang, pantulan yang jelas perlu dilihat dari atas bunker. Jika udara ada di dalam produk, maka itu tidak akan memiliki pantulan yang jelas.
  2. Selama pemompaan, udara dapat terlihat di titik pengambilan sampel dan gerakan berat dari selang bunker dapat terlihat
  3. Setelah bunkering gelembung udara dapat ditemukan pada sounding tape. Tindakan yang benar yang harus diambil adalah, hubungi Operator dan selalu mengeluarkan LOP. Mohon juga mengambil gambar dari semua bukti yang tersedia dan pernyataan dari pihak ke-3, jika memungkinkan. 
  4. Selama perjalanan berikutnya lakukan pemeriksaan rutin dan hitung jumlah produk, catat ini dan kembalikan ke operator agar mereka dapat klain kepada pemasok.

Seperti itu penjelasan mengenai Efek Cappucino dalam pengisian BBM di atas kapal. Dispute permasalahan ini harus dapat dihindari karena akan merugikan shipowner yang memiliki dampak buruk dengan berkurangnya jumlah BBM yang diterima di Kapal. Cara melihat efek ini dapat dilihat ketika kita melakukan sounding tape. Sounding tape akan terlihat foam/ bubble ketika terjadi efek cappucino.

Post a Comment for "Cara Pencegahan dan Penanganan Cappuccino Effect Pada Bunkering"

Random Posts