Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penentu Harga Batubara Di Pasar Perdagangan Batubara

Penentu Harga Batubara Dunia Hari Ini di Pasar Perdagangan Batubara

Penentu Harga Batubara Dunia Hari Ini di Pasar Perdagangan Batubara - Batubara merupakan bahan baku strategis yang penting bagi energi dunia. Permintaan dunia akan batubara terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan energi murah di beberapa negara. Harga batubara dunia bersifat regional yaitu sangat bervariasi di berbagai wilayah di dunia. Harga batubara hari ini di pasar dunia juga tergantung pada wilayah dan kualitas batu bara. 

Perusahaan batubara di Indonesia wajib menjual batubara yang diproduksinya dengan harga minimum sesuai dengan Harga Acuan Batubara yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara. Ini biasanya dikeluarkan pada setiap awal bulan dan berlaku untuk 1 bulan tersebut. Untuk memonitoring penjualannya, Perusahaan batubara juga wajib melaporkan harga serta jumlah voulme batubara yang diproduksinya kepada pemerintah paling sedikit sebulan sekali.

Haga batubara hari ini tergantung kepada beberapa hal seperti Kandungan Energi dan Kualitas batubara, Moisture content, Impurities, serta faktor lainnya yang mempengaruhi harga batubara. Berikut ini akan dijelaskan mengenai penentu hargabatubara dunia, Indeks harga batubara dunia, ICI Batubara (Indonesian Coal Index).

Faktor - Faktor Penentu Harga Batubara Dunia

Faktor - Faktor Penentu Harga Batubara Dunia (Coal Price)

1. Kandungan Energi dan Kualitas Batubara

Penentu utama harga batubara dunia adalah kandungan energinya atau jumlah panas (Caloric Value), yang diukur per satuan massa batubara pada pembakaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan Caloric Value. Caloric Value dalam batubara adalah nilai kapasitas batubara untuk menghasilkan panas. Kandungan energy dalam batubara (Coal Energy Content) diukur dalam kkal (kcal) per kg batubara. Kandungan energy batubara dapat berkisar dari 3.400 kkal/kg hingga 6.700 kkal/kg.

Buyer membeli batubara berdasarkan kualitas dari batubara itu sendiri. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan produk batubara dapat sesuai (kompatibel) dengan boiler yang mereka gunakan. Batubara dengan grade yang rendah biasanya tidak dikirim jarak jauh karena biaya transportasi per unit energi yang lebih tinggi, sehingga tidak efisien dalam pengirimannya.

Untuk pengiriman batubara dengan nilai kalori yang mendekati spesifikasi referensi yang ditentukan (seperti variasi kecil dalam pengiriman yang berbeda), penyesuaian aritmatika akan dilakukan pada harga untuk proporsi energi dalam pengiriman relatif terhadap harga untuk grade referensi yang disepakati. Misalnya: jika kontrak mengacu pada harga dengan kandungan energi 6.000 kkal/kg, pengiriman batu bara 5.900 kkal/kg mungkin akan didiskon sebesar 1,6 persen.

* Terdapat 2 cara untuk menyatakan nilai kalor pada batubara yaitu gross calorific value (GCV) atau net calorific value (NCV). 

  • GCV adalah jumlah panas yang dibebaskan selama pengujian di laboratorium, di mana batubara dibakar dalam kondisi standar pada volume konstan sehingga semua air tetap dalam bentuk cair. 
  • NCV adalah panas maksimum yang dapat dicapai dalam boiler, karena sebagian energi hilang mengubah air dalam batubara menjadi uap. 

Oleh karena itu, NCV lebih rendah dibandingkan dengan GCV. Ini adalah nilai kalor yang lebih digunakan dalam perdagangan. 

2. Moisture (Kadar Air)

Moisture mengacu pada air yang ada di dalam batubara. Kandungan air dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

  • Free Moisture (Kandungan air bebas) adalah kandungan air yang terdapat pada batubara yang disebabkan akibat pengaruh dari luar seperti hujan, spraying
  • Inherent Moisture (Kandungan air bawaan) adalah kandungan air yang terdapat pada batubara akibat proses pembentukan batubara itu sendiri di alam

Ketika batubara memiliki moisture yang tinggi (>30%) pada batubara grade rendah, maka dapat menyebabkan masalah selama penanganan batubara (transportasi, penyimpanan, penggerusan, dan pembakaran). Penambang batubara akan membuang air sebanyak mungkin karena hal tersebut dapat menambah biaya transportasi dan jika kadar cukup tinggi dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas kapal. Selain itu, batubara low grade dengan kandungan kelembaban (moisture) yang tinggi dapat memanas sendiri, dapat berisiko menimbulkan emisi karbon, pembakaran secara spontan ataupun membuat kerusakan terhadap peralatan. Sehingga untuk alasan ini, batubara jenis tersebut tidak disimpan lama di pembangkit listrik dan perlu dikirimkan secara efisien.

Coal Moisture (Kandungan air batubara) diukur sebagai persentase dari batubara yang dikeringkan dengan udara atau dikenal dengan “Air Dried (AD)”, yaitu kelembaban dalam batubara setelah mencapai keseimbangan dengan atmosfer di sekitarnya. Kesepakatan dalam perdagangan batubara biasanya akan menentukan persentase moisture dengan penalti harga untuk jumlah kecil di atas tingkat yang disepakati dan jika di atas tingkat maksimum maka pengiriman dapat ditolak. Seperti contoh jika total moisture yang ditentukan sebesar 13%, dengan pinalty sebesar USD 0,20/ton untuk setiap 0,1% di atas 13% hingga maksimum tingkat penolakan sebesar 14%.

3. Impurities (Bahan/ Kandungan Kotor)

Secara umum batubara yang diambil mengandung impurities atau bahan-bahan pengotor. Terdapat 2 jenis impurities yaitu inherent impurities dan eksternal impurities. Dimana Inherent Impurities adalah pengotor bawaan yang memang terdapat di dalam batubara (dapat berupa mineral anhidrit, silica, pirit, gypsum, dll), sedangkan eksternal impurities adalah pengotor yang berasal dari proses penambangan (lapisan tanah).

Impurities dalam batubara dapat merusak peralatan sehingga harus dikurangi ketika batubara dibakar sesuai dengan peraturan lingkungan. Hal tersebut akan mengakibatkan peningkatan biaya. Impurities yang dapat mengakibatkan penalti harga adalah abu dan belerang (ash content dan shulpur content) ketika di atas tingkat pasar yang umum diamati.

  • Kandungan Abu (Ash Content): kandungan abu yang lebih tinggi meningkatkan biaya pengangkutan dan penanganan per unit energi yang terkandung dalam batubara dan juga biaya pengelolaan limbah karena abu memerlukan pembuangan setelah pembakaran. Oleh karena itu, batubara dengan kadar abu melebihi spesifikasi kontrak standar akan mendapatkan penalti harga.
  • Kandungan Sulfur (Shulpur Content): Sulfur dapat merusak peralatan dimana menyebabkan korosi pada permukaan logam. Akibatnya, pembangkit listrik biasanya lebih memilih batu bara dengan kadar sulfur alami yang lebih rendah atau membeli batu bara dalam kadar maksimum, baik sendiri atau setelah dicampur. Oleh karena itu, batu bara dengan sulfur di atas spesifikasi kontrak standar akan mendapatkan penalti harga.

4. Faktor Penentu Harga Batubara lainnya

Terdapat beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi harga batubara dunia yaitu:

  • Volatile (bahan yang mudah menguap): Kandungan volatile matter yang lebih tinggi menunjukkan batubara yang lebih mudah terbakar dan akan terbakar dengan nyala api yang besar dan stabil. Namun, jika kandungan volatile terlalu tinggi (melebihi 30% dari air dried coal), maka akan meningkatkan potensi risiko pembakaran spontan. Estimasi volatile sering digunakan untuk menghitung indeks mudah terbakar, yang menunjukkan reaktivitas batubara.
  • Grindability: Batubara dengan grindability tinggi, maka relatif lunak dan mudah disiapkan untuk boiler. Hardgrove Grindability Index (HGI) adalah tingkat kekerasan batubara atau parameter yang menyatakan tingkat kemudahan batubara untuk dilakukan penggerusan. Jika nilai HGI tinggi, maka semakin mudah batubara digerus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin rendah nilai HGI maka akan semakin keras batubara atau tidak mudah digerus. Penyesuaian harga biasanya tidak dilakukan untuk variasi dalam HGI, namun kontrak biasanya menentukan nilai HGI khas untuk setiap pengiriman, dan nilai HGI lebih rendah akan memberikan hak kepada pembeli untuk menolak pengiriman. 
  • Distribusi ukuran batubara: ukuran potongan batubara biasanya tidak mempengaruhi harga, karena pembangkit listrik menghancurkan batubara menjadi bubuk halus segera sebelum digunakan. Tetapi dalam kontrak biasanya akan menentukan karakteristik partikel pengiriman, dengan persentase maksimum potongan besar (> 50 mm) dan potongan sangat kecil (< 6 mm).
Demikian penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga batubara sekarang ini. Kualitas batubara merupakan hal yang dominan terkait dengan harga batubara di pasaran. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 faktor penentu harga batubara yaitu kandungan energi dan kualitas batubara, Moisture (kandungan air), Impurities (Ash Content dan Shulpur Content), serta faktor pendukung lainnya seperti Volatile Matter (VM), Grindability, serta distribusi ukuran batubara.

Post a Comment for "Penentu Harga Batubara Di Pasar Perdagangan Batubara"

Random Posts